Sudah baca serial Betsuhana kan? Itu loooh lanjutan cerita Topeng Kaca(TK) yang belum diterbitkan menjadi buku.
Bagi yang sudah baca, tentu tau kan kalau 'update' terbaru adalah Ayumi mengalami gangguan penglihatan dengan resiko terburuk kebutaan.
Nah disini saya lihat banyak pembaca yang berpendapat bahwa kebutaan Ayumi adalah pertanda ketidakmampuan Suzue Miuchi membuat 'penghalang' bagi Ayumi meraih Bidadari Merah (BM), agar BM bisa jatuh ke tangan Maya si tokoh utama cerita ini. Bahkan ada yang bilang ceritanya jadi seperti sinetron (tau kan sinetron Indonesia, 'penghalang kesuksesan' tokohnya biasanya amnesia, buta, cacat, dll).
Nah saya ingin sedikit menjelaskan pendapat saya yang berseberangan dengan pendapat tersebut.
Menurut saya, butanya Ayumi bukan sesuatu yang sia-sia seperti yang banyak terjadi di sinetron. Butanya Ayumi itu memang diperlukan dalam cerita ini. Kalian tahu kan, Ayumi selalu iri pada Maya? Apa sih yang diirikan si gadis cantik sempurna itu?
Ayumi artis yang cantik dan pintar, pandai melakukan apa saja di semua bidang. Sekolah, akting, tari, bahkan memasak pun dia jago. Sebagai gadis cerdas, tentu segala teknik dan teori suatu ilmu mudah saja dia pelajari.
Tapi satu hal yang dia penasaran karena belum menguasainya adalah berakting dengan hati/naluri seperti yang selalu dilakukan Maya!
Sebelum Maya mengenal teknik akting, Maya sudah bisa memerankan sebuah tokoh seolah-olah tokoh yang keluar dari gerakannya adalah karakter nyata. Itu dilakukan Maya secara alami, tanpa berpikir. Maya bisa melakukannya karena dia bisa merasakan perasaan tokoh yang diperankannya, bahkan untuk peran boneka atau batu sekalipun, Maya selalu bisa memahami perasaan benda-benda tersebut.
Semua teknik akting yang dipelajari Ayumi tak ada yang bisa mengajarkan kemampuan seperti itu. Nah, kebutaan adalah sebuah cara yang tak nyaman, tapi bisa membuat Ayumi memperlajari kemampuan Maya itu. Ayumi mengesampingkan fungsi matanya, dan mulai melihat dunia dengan hatinya, dengan perasaannya.
Hasilnya, kita lihat sendiri di Serial Betsuhana, Ayumi mengungkapkan bahwa dia bisa mendengar suara bunga yang sedang mekar, bisa memahami perasaan lawan main yang sedang beradu akting dengannya, kemajuan semacam ini sulit didapatkan tanpa mengalami kebutaan. Apalagi untuk peran BM, adalah penting untuk mampu memahami perasaan benda-benda di alam semesta karena alam semesta adalah satu kesatuan dengan BM. Bagaimana mungkin bisa sempurna memerankan BM tanpa memahami perasaan alam semesta? Sejak awal Bu Tsukikage memilih Maya sebagai calon BM karena beliau tahu Maya akan bisa memahami perasaan BM dari caranya memerankan berbagai tokoh
Maka dengan butanya Ayumi, persaingan BM bukannya semakin ringan untuk Maya tapi malah semakin berat. Ayumi mulai menyusul kemampuan Maya dalam memahami perasaan tokoh yang diperankan, sementara Maya, apakah mungkin mampu menyusul Ayumi dalam hal teknik akting dalam waktu sesingkat itu?
Nah, bagaimana? Mulai merasa khawatir? Sudah cemas kalau-kalau BM jatuh ke tangan Ayumi? Harusnya itulah yang kita rasakan saat mengetahui Ayumi dibuat buta oleh Suzue Miuchi.
Kalau begitu apa yang akan terjadi setelah Ayumi punya kemampuan selevel dengan Maya? Apa yang bisa membuat Maya memenangkan pertarungan ini? Semua masih misteri. Ini membuktikan Suzue Miuchi merancang semuanya dengan seksama, tidak seperti plot sinetron kejar tayang yang dibuat asal-asalan dan mudah ditebak kemana arahnya.
Sekali lagi, buat saya Topeng Kaca tetap salah satu cerita terbaik yang pernah ada di dunia ini. Ini karya agung yang layak dikenang sepanjang masa.
Baca lanjutannya..
Tampilkan postingan dengan label The Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Manga. Tampilkan semua postingan
Perjalanan Panjang Topeng Kaca
Saya tidak tahu apakah manga ini sudah didaftarkan di Guinness Book of Record atau belum, tapi yang jelas perjalanan manga ini telah memakan waktu yang cukup lama sampai bertahun-tahun belum juga selesai. Bayangkan saja usianya telah mencapai 30 tahun lebih tapi pembaca belum dapat mengetahui endingnya seperti apa. Coba kita lihat yuk, bagaimana sih perjalanan Topeng Kaca mulai dari dilahirkan sampai sekarang.
Sebelum diterbitkan dalam bentuk buku, pertama kali Topeng Kaca muncul dalam cerita manga bersambung di majalah Hana To Yume pada tahun 1976. Pada tahun yang sama, gambar-gambar tersebut dikumpulkan dan mulai diterbitkan menjadi dua seri tankobon yaitu Topeng Kaca Vol. 1 dan 2. Tankobon adalah istilah untuk buku manga semacam seperti yang diterbitkan di Indonesia. Cerita di Hana To Yume terus bersambung sementara tankobon juga terbit sampai 41 volume di tahun 1998. Tapi di beberapa tankobon volume akhir, Suzue Miuchi menulis dan menggambar ulang ceritanya sehingga ada sedikit perbedaan dengan terbitan Hana To Yume.
Setelah itu versi tankobon berhenti terbit sementara beberapa lanjutan ceritanya terbit di Hana To Yume sampai akhirnya ikut berhenti terbit juga. Lanjutan cerita Hana To Yume ini tidak pernah muncul di versi tankobon yang diterbitkan beberapa tahun kemudian. Pada tahun 1994-1995 Topeng Kaca diterbitkan juga dalam bentuk bunkobon, yaitu buku manga versi murah yang covernya tipis seperti kertas biasa. Versi bunkobon terbit dalam 23 volume tapi ceritanya sama dengan yang ada di ke-41 tankobon.
Kemudian cerita 41 tankobon dikumpulkan lagi, dibagi dan diterbitkan menjadi 14 volume edisi Gekkan Garasu No Kamen pada tahun 2001. Baru pada tahun 2004, tankobon volume 42 diterbitkan. Kalau di Indonesia judulnya Bidadari Merah 9. Ternyata ceritanya sangat berbeda dengan versi yang sempat terbit di Hana To Yume. Rupanya Suzue Miuchi lagi-lagi menggambar dan menulis ulang ceritanya. Tahun 2008 Muchi melanjutkan lagi chapter baru untuk diterbitkan di majalah Bessatsu Hana To Yume (Betsuhana).
Nah dari chapter-chapter baru Betsuhana inilah tankobon baru juga diterbitkan. Chapter 1-4 sudah terbit dalam tankobon vol. 43 (di Indonesia terbit dengan judul Bidadari Merah 10), chapter 5-8 menjadi tankobon vol. 44, dan chapter 9-12 rencananya akan dijadikan tankobon vol. 45. Sementara itu selain tankobon, mulai 2009 di Jepang juga diterbitkan edisi lebar Topeng Kaca dimana satu edisi berisi tiga tankobon. Kira-kira tankobon volume berapakah yang akan jadi penutup perjalanan panjang Topeng Kaca? Kita tunggu saja hingga saat yang mendebarkan itu tiba.
Baca lanjutannya..
Sebelum diterbitkan dalam bentuk buku, pertama kali Topeng Kaca muncul dalam cerita manga bersambung di majalah Hana To Yume pada tahun 1976. Pada tahun yang sama, gambar-gambar tersebut dikumpulkan dan mulai diterbitkan menjadi dua seri tankobon yaitu Topeng Kaca Vol. 1 dan 2. Tankobon adalah istilah untuk buku manga semacam seperti yang diterbitkan di Indonesia. Cerita di Hana To Yume terus bersambung sementara tankobon juga terbit sampai 41 volume di tahun 1998. Tapi di beberapa tankobon volume akhir, Suzue Miuchi menulis dan menggambar ulang ceritanya sehingga ada sedikit perbedaan dengan terbitan Hana To Yume.
Setelah itu versi tankobon berhenti terbit sementara beberapa lanjutan ceritanya terbit di Hana To Yume sampai akhirnya ikut berhenti terbit juga. Lanjutan cerita Hana To Yume ini tidak pernah muncul di versi tankobon yang diterbitkan beberapa tahun kemudian. Pada tahun 1994-1995 Topeng Kaca diterbitkan juga dalam bentuk bunkobon, yaitu buku manga versi murah yang covernya tipis seperti kertas biasa. Versi bunkobon terbit dalam 23 volume tapi ceritanya sama dengan yang ada di ke-41 tankobon.
Kemudian cerita 41 tankobon dikumpulkan lagi, dibagi dan diterbitkan menjadi 14 volume edisi Gekkan Garasu No Kamen pada tahun 2001. Baru pada tahun 2004, tankobon volume 42 diterbitkan. Kalau di Indonesia judulnya Bidadari Merah 9. Ternyata ceritanya sangat berbeda dengan versi yang sempat terbit di Hana To Yume. Rupanya Suzue Miuchi lagi-lagi menggambar dan menulis ulang ceritanya. Tahun 2008 Muchi melanjutkan lagi chapter baru untuk diterbitkan di majalah Bessatsu Hana To Yume (Betsuhana).
Nah dari chapter-chapter baru Betsuhana inilah tankobon baru juga diterbitkan. Chapter 1-4 sudah terbit dalam tankobon vol. 43 (di Indonesia terbit dengan judul Bidadari Merah 10), chapter 5-8 menjadi tankobon vol. 44, dan chapter 9-12 rencananya akan dijadikan tankobon vol. 45. Sementara itu selain tankobon, mulai 2009 di Jepang juga diterbitkan edisi lebar Topeng Kaca dimana satu edisi berisi tiga tankobon. Kira-kira tankobon volume berapakah yang akan jadi penutup perjalanan panjang Topeng Kaca? Kita tunggu saja hingga saat yang mendebarkan itu tiba.
Baca lanjutannya..
Langganan:
Postingan (Atom)

